Kandungan Vaksin Pemicu Autisme

Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah e-mail dari salah seorang calon ibu bernama Poppy Hafianti di Jambi, yang saat ini tengah hamil 4 bulan. Ibu Poppy mem-forward sebuah artikel berisi informasi yang menurut saya sangat mengkhawatirkan, karena berdasarkan artikel tersebut, terdapat vaksin Hepatitis B yang mengandung zat pengawet Thimerosal yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme.

Nah, kebetulan kemarin saya berkunjung ke dokter anak saya untuk imunisasi. Saya kemudian tanya-tanya ke ibu dokter sehubungan dengan Thimerosal yang digunakan sebagai pengawet vaksin Hepatitis B ini. Beliau menjelaskan kalau teori ini perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

Tapi meski demikian saya tanya, apakah di rumah sakit ini vaksin HiB-nya bebas Thimerosal? Alhamdulillah beliau menjawab “ya”. Jadi saya menyarankan untuk ibu-ibu, lepas dari masalah apakah teori ini benar atau tidak, tidak ada salahnya kita menanyakan kepada dokter anak kita apakah vaksin HiB yang diberikan (atau akan diberikan) pada anak kita mengandung unsur kimia ini. Kalau masih ragu, cek juga botol/kemasan vaksin tsb untuk memastikan kandungannya. Better be aware than regret later…

Berikut simak artikel lengkapnya di bawah ini.

“Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku “Children with Starving Brains” karangan Jaquelyn McCandless, MD. Ternyata buku yang saya beli itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 – Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 – 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akhir tahun 2001.

Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah “diracuni” oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah.

Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal.”

3 Responses to Kandungan Vaksin Pemicu Autisme

  1. dr Henny Zainal says:

    Sy pemerhati dampak vaksin bg kesehatan anak. Pd bl juni 08,sy dg beberapa rekan mendatangi perusahaan obat2an yg memproduksi vaksin. Dan hasilnya BELUM ADA YG TIDAK MENGANDUNG THYMEROSAL. Mhn maaf jk dr anak anda mengatakan suatu kebohongan. Fakta di lapangan para dokter ahli mendapat komisi berupa uang,mobil,rumah ato pelesir k LN jika membantu perusahaan obat tertentu. Fakta di lapangan,kepergian sy saat itu dikarenakan anak rekan sy jatuh koma dan kelumpuhan selama 2 mgu setelah vaksin influenza. Dan fakta dlm ilmu pertahanan tubuh,ternyata sesungguhnya vaksin telah memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia, shg manusia bergantung dg obat2an di masa kehidupan selanjutnya. Saran sy, JANGAN SELALU MEMPERCAYAI PERKATAAN DOKTER ANDA. JADILAH PASIEN YANG PINTAR&CERDAS DG MENGGALI INFORMASI TERUTAMA MENGENAI SISTEM KEKEBALAN TUBUH. Betapa sang pencipta telah menciptakan sistem yg sgt sempurna, tp kta sbg manusia telah merusaknya. DUKUNG GERAKAN ANTI VAKSIN-THYMEROSAL DSB

  2. dayat says:

    Setuju dr.Henny Zainal
    toh di jaman Nabi dulu gak ada namanya imunisasi dan vaksin, karena sesungguhnnya dalam penciptaan manusia Allah telah memberikan bekal yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah kehidupan di dunia bagi manusia.
    Sholat adalah salah satu metode pengobatan yang termanjur yang di berikan Allah kepada manusia.
    Ayo cerdaskan rakyat dengan informasi yang benar, jangan hanya karena ingin memperkaya diri, akhirnya mengorbankan yang lainnya.

  3. Nisaa says:

    subhanalloh..ad bu dokter mba Henny Zainal…salut deh…semoga dimudahkan oleh Alloh y mba Henny,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: