Menciptakan Suasana Makan Menyenangkan dengan Buah Hati

Ketika masa karantina Pemilihan Ibu Cemerlang Nestle Bubur Susu 2006, kami kesepuluh ibu muda yang menjadi finalis saling berbagi tips mengenai bagaimana menciptakan suasana makan yang menyenangkan untuk buah hati kami. Ternyata menarik juga mengetahui bagaimana sesama ibu baru yang menghadapi masalah yang sama dalam memulai proses perkenalan terhadap pemberian makanan pendamping (MP-ASI). Seperti ibu Nova di Jakarta misalnya, beliau berupaya untuk menjadikan acara makan bagi anaknya se-asyik mungkin dengan cara memasang CD musik anak-anak dan ikut bernyanyi. Banyak nyanyian anak yang kemudian dihapalnya, seperti Twinkle-Twinkle Little Star, Polly Put the Kettle On, dan sebagainya.

Selain itu menurut bu Nova, wadah makan juga berpengaruh, karena kalau makanannya ditaruh di mangkok biasa, sang anak Zefanya tidak seantusias kalau makanannya ditaruh di mangkok yang ada gambar beruang, jerapah, bebek, atau gambar lainnya yang menarik. Selain itu bu Nova juga cukup kreatif dengan memainkan boneka tangan berbentuk bebek yang bisa bersuara. Tapi satu hal yang menjadi prinsipnya, yaitu tidak membiasakan anaknya makan sambil diajak jalan-jalan. Jadi supaya si anak disiplin, begitu ya bu Nova? Hmm… betul-betul Ibu yang Cemerlang!

Lain lagi dengan ibu Ida di Palangkaraya. Untuk buah hatinya, dia berprinsip hanya memberikan makan anak jika pada jam makan yang sudah ditentukan dan menjadi rutinitas harian. Ketika anak benar-benar lapar (tapi jangan sampai kelaparan), dia juga tidak akan ragu untuk membuka mulutnya ketika kita menyuapkan makanan. Selain itu, menurut bu Ida, kita harus rajin bereksplorasi. Dalam arti, memberikan variasi menu makanan supaya si anak tidak merasa bosan dengan rasa yang itu-itu saja. Perlu juga libatkan anak dalam aktivitas makan, misalnya memperbolehkan dia memegang peranti makanan, sehingga anak juga belajar untuk nantinya bisa mandiri dan makan sendiri.

Bagaimana dengan Ibu yang sedang membaca tulisan ini? Apakah ada saran mengenai cara menciptakan suasana makan yang menyenangkan dengan si kecil? Silakan kirim komentar Anda.

baby_eat_melon1.jpg

<gambar adalah hak cipta dari sini>

5 Responses to Menciptakan Suasana Makan Menyenangkan dengan Buah Hati

  1. uke says:

    Anak saya sebetulnya tidak terlalu sulit untuk makan tetapi dia tidak bisa makan banyak karena kalau makan banyak dia akan muntah. Maka saya mempunyai prinsip makan sedikit sedikit tapi sering. Maka jika anak lain makan 2 jam sekali anak saya bisa setiap 1 – 1.5 jam sekali. saya membiasakan memberi makan anak saya di high chair sambil menonton film kesukaannya yaitu Dora the explorer. Saya sampai membeli VCD-nya karena setiap film Dora selesai anak saya menangis dan tidak mau membuka mulutnya untuk menerima makanan. Alhamdulillah anak saya berat badannya sekarang sedikit diatas rata-rata anak seusianya ( 9 bulan dengan berat badan 8.1 kg). Tadinya saya sempat khawatir karena porsi makan yang lebih sedikit dibandingkan bayi seusianya.

  2. susan says:

    selepas ASI esklusif 6 bulan, saya mulai memikirkan MP-ASI buat anak saya. waduuh..repotnya menyuapkan satu sendok saja makanan ke mulut dia, apalagi anak saya itu termasuk anak yang aktif dan tak bisa diam. akhirnya, setiap kali makan, setiap kali itu pula mulut saya harus bercerita heboh dengan ekspresi yang membuat dia takjub. sesuap demi sesuap tanpa dia sadari makanan masuk ke mulutnya. prinsip saya, suasana nyaman dan tidak memaksa membuat mereka jadi semangat untuk ritual makan mereka. dan masalah porsi, tinggal kitalah yang mengaturnya. butuh kesabaran luar biasa untuk membuat mereka mau membuka mulut.

  3. Tri Haryono says:

    Berhubung anak saya kembar,awalnya saya kesulitan memberi makan kepada kembar
    maklumlah mereka kembar otomatis membiri makannya pun harus bersama-sama dan diwaktu yang sama pula apalagi kalau memberi makannya hanya saya sendiri tapi yang tadinya sulit saya siasati dengan cara setiap kali mereka mau makan saya

  4. soebagja says:

    Blog bermanfaat bagi semua Ibu-ibu, mohon izin untuk link agar lebih luas pembacanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: