Sukses Menyusui dan Berkarier

Sebagai ibu berkarir yang aktif dan sibuk, tentunya banyak kendala yang dihadapi dalam memberikan ASI bagi anaknya. Bagi saya pribadi, memang kebetulan dan saya putuskan untuk berhenti bekerja kantoran selama setahun, yakni sejak saya hamil 8 bulan hingga anak berusia 11 bulan. Alhamdulillah saya berhasil memberikan ASI eksklusif dan hingga saat ini Akhtar berusia lebih dari 1 tahun, saya masih memberikan dia ASI sebagai tambahan dari makanan intinya.

Sekarang saya sudah kembali bekerja sebagai Programme Specialist di United Nations Environment Programme (PBB Program Lingkungan Hidup) yang bermarkas di Bangkok, Thailand. Pekerjaan ini sangat demanding dan menuntut saya untuk harus berada di kantor dari pukul 8.30 hingga 5 sore. Saya jadi makin jarang bertemu dengan anak saya, karena kondisi jalan di Bangkok juga mirip seperti di Jakarta: m-a-c-e-t. Tapi syukurlah, thanks to the technology, sekarang saya bisa tetap memberikan ASI untuk Akhtar tanpa mengorbankan keinginan saya untuk tetap berkarir.

Dulu saya sudah mencoba berbagai merk dan jenis pompa ASI yang tersedia di pasaran. Pertamanya saya coba yang manual, tapi kok kalau pas memompa lama-lama rasanya tangan jadi terasa pegal. Kemudian saya membaca di sebuah tabloid pasangan muda yang merekomendasikan sebuah merk pompa ASI elektrik yang kemudian saya beli dan rasakan manfaatnya. Tanpa bermaksud untuk mengiklankan produk ini lho ibu-ibu, saya ingin sharing saja, kalau ternyata pompa ASI elektrik merk Medela memenuhi kebutuhan saya. Keuntungan pompa elektrik ini adalah bisa memompa ASI dalam jumlah banyak pada waktu yang relatif singkat. Untuk kasus saya, dengan pompa ini saya bisa menyimpan sebanyak 120 ml ASI dalam waktu sekitar 5 menit. Memang harganya lebih mahal daripada merk lainnya (sekitar Rp 600 – 800 ribu), tapi it’s worth every penny. Saya juga menganggap pengeluaran ini sebagai investasi jangka panjang, karena insya Allah benefits-nya akan diperoleh di masa mendatang sebagai bekal masa depan anak saya.

breast-pump1.jpg

Jadi, memang sudah bukan jamannya lagi ibu-ibu cemerlang masa kini untuk menyalahkan karier sebagai alasan tidak bisa diberikannya ASI untuk anaknya. Kita diberikan opsi; menjadi ibu sukses menyusui atau sukses berkarir. Kenapa tidak dipilih dua-duanya – sehingga bukan either-or, tetapi both-and.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: